Baru tersadar ketika seorang teman baik secara sengaja mengindikasikan frasa ini; skeptis tapi humanis. Seketika itu terbesit dalam pikiran saya sekelumat tanda tanya mengenai makna dari frasa yang terdengar sangat bertolak belakang dan mustahil itu. Saya sadar bahwa hal itulah saya sekarang.
Saya telah menjadi seorang skeptik yang mulai mempertanyakan akan segala utopia – utopia kehidupan yang selama ini saya pelajari semasa SMA dan di saat yang sama saya sadari pula; saya masihlah seorang humanis seperti dulu kala yang tetap berusaha menomor duakan segala minat pribadi saya dan mendahulukan semua kepentingan bersama.
Proses ini menjadi begitu penting, namun saya tak berniat untuk mencatatkan semuanya. Biarlah catatan yang tak utuh ini hanya menjadi track record perjalanan pribadi saya dan biarlah hanya saya yang dapat mengenang segala pahit dan manis yang terjadi selama 6 bulan ini.
Reviews:
Post a Comment