Fokus: Sebuah Harga (Penyesalan) yang Tak Lekam
Aku percaya bahwa sebuah penfokusan dalam berkehidupan
itu menjadi sangat penting. Setiap individu wajib dan berhak memilih apa yang
diyakininya sebagai hal yang hakiki untuk ia tekuni. Begitu pula diriku. Dalam
bayangku kebebasan untuk berfokus pada apa yang aku percaya dapat memekarkan
bunga – bunga potensi yang masih tertidur dalam diriku.
Begitulah bayangku; hingga hari ini aku baru tersadar bahwa dunia ini tak hanya
ditinggali oleh aku seorang. Masih ada orang – orang di sekitarku yang tak bisa
saya anggap sebagai angin lalu belaka. Mereka nyata dan mereka sangat mungkin
dapat berpengaruh besar dalam menentukan arah hidupku.
Inilah yang saat ini aku rasakan; sebuah penyesalan akan
hilangnya sebuah momen, pembelajaran, dan pengalaman berharga tentang keindahan
menuliskan sebuah catatan yang mungkin akan hanya ada sekali dalam setahun ini.
Sebuah kisah yang harusnya nyata namun tersia – sia belaka. Sebuah perjuangan
mengukir memori; percobaan untuk meretas masuk ke dalam sebuah ikatan yang
sudah terjalin kuat tanpaku di dalamnya. Cerita tinggal cerita, telah terlanjur
kokoh terbentuk, namun waktu yang tersisa mengisyarakatkan masih ada
kesempatan; kesempatan berbagi suka duka, kesempatan berkorban bagi orang di
sampingku, kesempatan untuk memberikan yang terbaik dari diriku. Tak mudah
memang, tp inilah harga yang pantas aku bayar sebagai ganti rasa egoisku akan
pemfokusan yang terlalu berlebihan.
Yang saya pelajari adalah; berfokus itu perlu namun
mawas diri haruslah menjadi pengawalnya.
Reviews:
Post a Comment