Fokus: Sebuah Harga (Penyesalan) yang Tak Lekam

Fokus: Sebuah Harga (Penyesalan) yang Tak Lekam

Aku percaya bahwa sebuah penfokusan dalam berkehidupan itu menjadi sangat penting. Setiap individu wajib dan berhak memilih apa yang diyakininya sebagai hal yang hakiki untuk ia tekuni. Begitu pula diriku. Dalam bayangku kebebasan untuk berfokus pada apa yang aku percaya dapat memekarkan bunga – bunga potensi yang masih tertidur dalam diriku.

Begitulah bayangku; hingga hari ini  aku baru tersadar bahwa dunia ini tak hanya ditinggali oleh aku seorang. Masih ada orang – orang di sekitarku yang tak bisa saya anggap sebagai angin lalu belaka. Mereka nyata dan mereka sangat mungkin dapat berpengaruh besar dalam menentukan arah hidupku.

Inilah yang saat ini aku rasakan; sebuah penyesalan akan hilangnya sebuah momen, pembelajaran, dan pengalaman berharga tentang keindahan menuliskan sebuah catatan yang mungkin akan hanya ada sekali dalam setahun ini. Sebuah kisah yang harusnya nyata namun tersia – sia belaka. Sebuah perjuangan mengukir memori; percobaan untuk meretas masuk ke dalam sebuah ikatan yang sudah terjalin kuat tanpaku di dalamnya. Cerita tinggal cerita, telah terlanjur kokoh terbentuk, namun waktu yang tersisa mengisyarakatkan masih ada kesempatan; kesempatan berbagi suka duka, kesempatan berkorban bagi orang di sampingku, kesempatan untuk memberikan yang terbaik dari diriku. Tak mudah memang, tp inilah harga yang pantas aku bayar sebagai ganti rasa egoisku akan pemfokusan yang terlalu berlebihan.

Yang saya pelajari adalah; berfokus itu perlu namun mawas diri haruslah menjadi pengawalnya.

Reviews:

Post a Comment

Belajar Berefleksi Kembali © 2014 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com | Published By Gooyaabi Templates

Contact us

Powered by Blogger.