Sebagai Kabid Artistik 2012 yang lalu, saya percaya bahwa apa yang kami perjuangkan dulu akan berbuah suatu saat nanti. Bagi saya sendiri, pengolahan pribadi yang semakin kuat dan reflektif adalah sebuah pencapaian tersendiri. Dulu, saya bertanya-tanya apa alasan sehingga saya dapat diserahi tanggung jawab sebagai salah satu bagian dari Pengurus Harian 2012. Tahun ini, ketika saya kembali terpilih bahkan malah sebagai ketua PSM UGM 2013, pertanyaan itu kembali berkecamuk dalam alam sadar saya. Akan tapi kini sedikit banyak saya telah menemukan jawaban akan pertanyaan itu; Tuhan memang tidak memberikan apa yang saya minta, tapi Ia memberikan apa yang saya butuhkan, yaitu belajar menjadi gentleman lewat tanggungjawab dan pengorbanan. Ya, yang saya butuhkan memang adalah sarana pengembangan diri untuk menjadi lebih baik untuk mengatasi ketakutan-ketakutan saya. Mungkin itulah yang menjadi alasan jalan hidup yang saya tempuh saat ini.
Tahun ini, untuk pertama kalinya PSM UGM menguji kemampuannya mengikuti kompetisi internasional di luar negeri. Ini merupakan sebuah prestasi yang patut kita banggakan bersama tapi tidak seharusnya membuat kita terlalu berpuas diri. Masih banyak pencapaian luarbiasa menanti PSM UGM di masa yang akan datang. Proses yang baik akan mengantar PSM UGM dengan sendirinya menuju pencapaian yang lebih tinggi lagi. Proses yang baik itu tidak hanya tergantung pada Pengurus Harian melainkan juga bergantung pada anggota-anggota PSM UGM. Maka dari itu, perlu adanya sinergi antara Pengurus Harian yang akan datang dengan anggota.
Kendala utama PSM UGM dari tahun ke tahun adalah kurangnya sumber daya manusia. Berbagai cara sudah diterapkan oleh Pengurus Harian untuk mempertahankan setiap individu yang pernah tergabung sebagai anggota PSM UGM. Ikatan organisasional ternyata tidak cukup kuat untuk menarik anggota untuk bertahan lebih lama di PSM UGM. Pendekatan individu untuk menciptakan ikatan personal lewat pertemanan pun tetap tak bisa dipraktekkan di organisasi yang membutuhkan SDM yang relatif besar ini. Alasan tidak enak hati setelah tidak pernah menampakkan batang hidung di setiap latihan menjadi alasan pamungkas metode pendekatan personal acap kali gagal.
Di kepengurusan tahun ini, permasalahan tahunan inilah yang menjadi concern utama saya. Mungkin bukan pertama kalinya PSM UGM mengadakan 2 konser dan mengikuti 2 kompetisi dalam setahun. Tidak bermaksud untuk mendapatkan predikat kepengurusan yang paling eksis atau apapunlah itu tapi saya berharap lewat kepadatan program kerja yang saya rancang selama 1 tahun ini, Pengurus Harian dapat memberikan tujuan nyata dan sarana aktualisasi diri yang berkelanjutan bagi setiap anggota PSM UGM sehingga teman-teman dapat merasa nyaman dan berkembang berada di organisasi ini.
Akan tetapi, bagai peribahasa “Tak ada gading yang tak retak”, saya masih menemukan kelemahan dari metode “mempertahankan kontinuitas produksi” ini dan sampai saat ini pun saya belum menemukan pemecahannya. Beberapa anggota yang tidak menjadi tim lomba biasanya akan mengalami periode vakum walaupun sebelumnya telah mengikuti konser. Untuk itu, menurut saya, PR terbesar dari kepengurusan tahun depan adalah menciptakan program kerja dan metode pelatihan yang efektif tidak hanya bagi tim lomba PSM UGM tapi juga anggota-anggota yang tidak mengikuti kompetisi. Bila masalah ini terpecahkan, saya percaya bahwa niscaya PSM UGM akan menjadi UKM yang memiliki manajemen organisasional yang semakin lengkap.
Untuk kepengurusan tahun depan saya merekomendasikan Bayu B40 dan Ndaru B40 untuk meneruskan apa yang telah kami perjuangkan mati-matian selama ini. Melihat kinerja mereka selama setahun belakangan, saya percaya akan kapabilitas, komitmen, dan ketulusan mereka dalam bekerja dan melayani PSM UGM.; bahkan melihat track record mereka, saya percaya kemampuan pribadi mereka sungguh sangat mungkin dapat melebihi kepemimpinan saya saat ini. Tapi, tidak menutup kemungkinan apabila ada personal-personal yang juga ingin mendaftarkan dirinya sebagai ketua PSM UGM 2014 di pemilihan PH baru nanti.
Pesan saya untuk kepengurusan tahun depan adalah tetaplah menjadi mesin yang kokoh dalam PSM UGM; mesin yang bersinergi satu sama lain dan menjadi penggerak utama organisasi ini. Saya yakin bahwa siapapun yang terpilih menjadi PH 2014 akan menjadi tim yang jauh lebih baik dari tim PH yang sekarang.
Tidak terasa memang sudah saatnya saya kembali pada dunia nyata saya untuk mengerjakan skripsi (hahaha). Maka dari itu, ada baiknya saya mengucapkan syukur dan terimakasih saya pada:
- Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya yang tidak saya sadari namun saya yakin ada dalam menjalankan tanggungjawab ini. Tanpa-Nya, apa yang kami perjuangkan selama ini tak mungkin dapat berakhir seperti sekarang ini.
- Bu Dina, bimbingannya selama 1 tahun sebagai pembina ini sungguh memberikan kami angin segar dan berkah.
- Mas Timur, yang telah melatih kami selama lebih dari 1 tahun dan memberikan semangat baru untuk berpaduan suara kepada teman-teman.
- Mas Yessy, sebagai perwakilan sekaligus koordinator alumni PSM UGM; tanpa beliau, kami tidak akan menemukan orang lain yang rela membuang-buang waktunya hanya untuk mengoordinir dan menjadi saluran komunikasi dengan alumni PSM UGM.
- Semua orang yang telah secara nyata dan aktif (rektorat, alumni PSM UGM, KAGAMA DKI, alumni Universitas Gadjah Mada, dan tim panitia) membantu mimpi PSM UGM untuk dapat berkompetisi ria di Bangkok, Thailand.
- Semua anggota PSM UGM yang hingga sekarang masih bersedia meluangkan waktunya untuk tetap setia datang mericuhi latihan rutin dan job-job PSM. Maaf karena saya tidak dapat menyebutkan nama teman-teman satu per satu.
- Seluruh PH PSM UGM 2013. Kleta, sekretaris yang sangat ngak-ngik-ngok di awal tapi karena keinginannya untuk terus belajar dan mengembangkan diri, saya wajib mengangkat topi dan mengancungkan semua jempol padanya. Jolie, bendahara imut-imut PSM UGM yang sangat menguasai bidangnya; walaupun terkesan sedikit homo, tapi anda adalah cowok imut ter-gentle di PSM UGM; saya tak akan pernah melupakan momen-momen saat kita bersama kebingungan memikirkan keuangan (haha). Hada, kabid artistik yang sangat saya saluti, walaupun banyak cobaan dan halangan di tahun ini, kemauannya untuk belajar menjadi seorang artistik PSM UGM yang oke belum ada yang mengalahkan selama beberapa tahun terakhir, bahkan jauh mengalahkan saya ketika saya menjabat sebagai kabid artistik tahun lalu. Bayu, kabid humas yang merangkap sebagai wakil ketua PSM UGM (hehe); saya justru belajar banyak dari anda. Ndaru, kabid produksi yang tidak kalah kinerjanya dengan Firsty (kabid produksi 2012); teman berbagi canda dan tawa lewat kebiadaban dan kekalahan main PES juga (haha); tanpa anda job-job PSM UGM akan terbengkalai. Icul, kabid PSDM yang sedikit down syndrome tapi menjadi sumber semangat saya untuk menjalankan 1 tahun kepengurusan ini.
8. Terakhir, saya ingin mengucapkan terimakasih sekali lagi kepada orang-orang yang saya cintai. Kalianlah sumber api penyemangat dalam hati saya. Walaupun terkadang berat mencintai kalian tapi bersama kalian satu tahun ini, suka dan duka mencintai kalian sungguh justru menguatkan saya.
Di penghujung tulisan ini, saya merasa sangat bangga, kagum, dan bahagia dapat berbagi semangat dan cerita bersama kalian di satu tahun terakhir masa perkuliahan saya ini. Sungguh pengalaman hidup yang tak akan pernah terlupakan hingga akhir hayat nanti. Mohon maaf apabila ada perlakuan dan perkataan saya yang kurang berkenan di hati teman-teman. Suatu hari nanti di saat kita sudah berpisah jauh, saya berharap kita semua dapat mengenang kebersamaan bagai keluarga ini.
Sekian dan terima kasih atas semuanya,
“Baik adanya menjadi terang di tempat yang terang, tapi alangkah lebih baik lagi menjadi terang di tempat yang gelap”
“Di kala semuanya hampir terlihat mustahil, tetaplah percaya dan berusaha”
PSM UGM, JAYA JAYA JUARA!
Reviews:
Post a Comment